Lanjutan Dzikir dan Doa Setelah Sholat

Lalu membaca tasbih, tahmid dan takbir masing-masing (33 kali ) :

“Maha suci Allah (33 kali), Segala puji bagi Allah (33 kali), Allah Maha besar (33 kali) Sebaikanya menghitung dzikir dengan menggunakan (jari-jari) tangan kanan, seperti yang dilakukan Rasulullah.


“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”.

Setelah itu membaca ayat Kursi :


“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk -Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya.  Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai sholat (fardhu).

Artinya:
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".


Artinya:
1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
Artinya:
1. Katakanlah : "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari jin dan manusia

Dan setelah salam sholat Subuh membaca doa berikut :


“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.”

Maraji :
Do’a dan Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan Sunnah oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawaz. Penerbit Pustaka Imam Syafiri, 2005.

Posting Komentar

Lagi Tren